Cart

Uniknya Karakter Hello Kitty dalam Desain Batik

Batik dikenal dengan desain tulis dan cetak dengan motif beragam. Apa jadinya, jika batik yang dibuat bermotif karakter tokoh kartun Hello kitty dan Bad-badtzmaru?

Batik memang banyak dikenakan oleh kaum remaja dan orangtua. Jarang sekali anak-anak mengenakan baju batik. Celah inilah yang dilihat produsen bermerek Bateeq sebagai pasar potensial yang patut digarap. Dengan niat ingin mengenalkan batik kepada kalangan anak-anak, Bateeq berkolaborasi dengan Sanrio meluncurkan Sanrio Characters x Bateeq.

“Kami berharap dengan koleksi ini, anak-anak Indonesia semakin mencintai budaya batik Indonesia, tidak kelihatan kuno tetap mengikuti tren dan mengutaman kenyamanan,” ujar Michelle Tjokrosaputro, CEO Bateeq disela-sela peluncuran di Kota Kasablanka, Minggu (1/10/2017).

Produk batik berkarakter khusus ini akan disukai anak-anak karena menampilkan kartun seperti Hello Kitty, Pompompurin, dan Bad-badtzmaru dengan motif Truntum, Kawung, Grinsing dan Mega Mendung. “Untuk sementara ini kita keluarkan tiga karakter yakni Hello Kitty, Pompompurin, dan Bad-badtzmaru. nanti dikemudian hari kita keluarkan koleksi-koleksi lain,” lanjutnya.

Koleksi ini diciptakan untuk anak-anak usia 3-13 tahun dan koleksi remaja perempuan. Dikatakan Michelle, batik keluarannya merupakan batik print dengan menggunakan bahan kimia dan pewarnaan yang ramah lingkungan. Menurut Michelle, misi Bateeq adalah ingin memperkenalkan dan mempopulerkan batik di kalangan anak-anak. Jadi anak-anak cinta dan bangga dengan budaya bangsa Indonesia batik.

“Tapi kita tidak bisa memaksa anak-anak agar cinta batik dengan cara memaksa mereka memakai baju batik dengan motif jadul-jadul (zaman dulu). Kita harus up to date dengan mengikuti apa yang anak-anak suka. Karakter-karakter apa yang mereka suka, yang biasa ditonton di televisi. Sehingga kami memutuskan untuk berkolaborasi dengan Sanrio,” urai Michelle.

Sejak hadirnya toko pertama di Solo tahun 2012, kini produk Bateeq sudah tersebar di 79 lokasi. Terdiri dari 34 toko sendiri dan 45 tersebar di departemen store di sejumlah kota di tanah air. Berdasarkan hasil survei konsumen ternyata sebanyak 75 persen konsumen Bateeq adalah berusia di bawah 45 tahun.

Michelle menceritakan proses untuk kolaborasi dengan Sanrio membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni dua tahun hingga akhirnya Sanrio bersedia bekerja sama untuk mengizinkan gambar karakternya disajikan di pakaian batik produksi Bateeq.

“Selama dua tahun itu kami terus menerus tek tok-tek tok dengan tim dari Jepang dan Hongkong (kantor pusat regional Sanrio). Selama itu pula kami memikirkan bagaimana membuat karakter Jepang yang bisa meng-Indonesia. Akhirnya bersedia memberikan lisensinya kepada kami untuk memasarkan produk bateeq Sanrio di Indonesia,” kata Michelle.

Michelle mengatakan, Bateeq berusaha menghasilkan produk-produk batik dengan motif dan model kekinian. Sejauh ini respons konsumen cukup positif terhadap produk yang dihasilkan Bateeq.”Sejak dluncurkan kemarin (Sabtu-red), penjualan terbaik yakni Kawung dengan Hello Kity, mungkin karena anak perempuan. Mungkin Hello Kity di mata anak-anak kita lebih familiar,” tambah Michelle.

Bateeq berdiri tahun 2012 diproduksi di Sukoharjo, Solo. Setahun kemudian (2013) Bateeq mempunyai toko pertama di daerah Solo. Sejak awal Michelle memang sudah mempunyai visi untuk Bring Batik Up to Date. Sehingga mereknya pun dipatenkan dengan nama yang unik yakni Bateeq.

Loading...